Social Items

Eksplorasi menurut KBBI yaitu penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu atau penyelidikan atau penjajakan. Jika memilih salah satu, mana yang kalian pilih eksplorasi bumi atau eksplorasi luar angkasa? Kita dapat melihat perbedaan utama dari keduanya dilihat dari jangkauannya. Eksplorasi bumi lebih mudah dibandingkan eksplorasi luar angkasa, benarkah begitu? Mudah tidaknya tergantung bagian mana yang akan kita jelajahi.

Diantara keduanya, perlu bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni supaya kita dapat mengetahui hakikat penciptaan alam semesta termasuk bumi dan luar angkasa. Untuk mengetahui seperti apa eksplorasi bumi dan lautan, simak penjelasan berikut ini


Eksplorasi Bumi

Eksplorasi bumi bukan sebatas kegiatan mengebor minyak di dalam perut bumi saja, tetapi ruang lingkupnya jauh lebih luas secara keseluruhan dari atmosfer, litosfer, sampai inti bumi. Mengeksplor bumi hingga sampai inti sudah lama menjadi impian para peneliti. Tidak hanya sampai inti bumi saja, bahkan bisa menembus ke bagian bumi lainnya.

Lubang yang paling dalam yang pernah dibuat manusia dalamnya mencapai 12.376 meter. Lubang tersebut merupakan galian untuk sumur minyak yang berada di Rusia. Jika kedalamannya dihitung hingga mencapai inti bumi, lubang ini baru mencapai 1% saja. Pada kedalaman tersebut, suhu mulai naik sekitar 60° C. Selain itu, di Samudra Pasifik terdapat palung terdalam yang dikenal dengan Palung Mariana yang kedalamannya sekitar 11 kilometer dan suhu yang pernah diukur berkisar -1° C sampai 4°C. Pada batas kedalaman abyssopelagic dengan bathypelagic, samudra mulai menjadi gelap permanen, tekanannya bisa mencapai 5827.87 psi dimana tekanan tersebut dapat menghancurkan 48 pesawat tempur.


Dari 70% bagian di bumi yang merupakan wilayah perairan, menurut NOOA hingga saat ini manusia hanya mampu mengeksplor kurang dari 20% laut dalam. Selain itu, resiko sangat besar jika harus menjelajahi lebih dalam lagi tanpa teknologi yang memadai. Karena mustahil bagi manusia untuk menuju titik terdalam bumi tanpa teknologi yang canggih.

Diluar eksplorasi bumi mengenai keanekaragaman hayati dan bentuk-bentuk geografis bumi, masih lebih mudah dijangkau daripada mengulik apa yang ada di dalam bumi. Dengan eksplorasi bumi kita dapat melihat jejak-jejak sejarah manusia dan perbuatannya. Eksplorasi bumi dianggap kurang menguntungkan pada sektor ekonomi karena butuh pembiyaan yang sangat besar, namun hanya sedikit yang kita dapat.


Eksplorasi Luar Angkasa

Eksplorasi ruang angkasa baru dimulai pada abad 20, belum lama setelah Indonesia merdeka. Potensinnya jauh lebih banyak, karena luasnya luar angkasa yang hampir tak terhingga sehingga banyak misteri yang akan kita ungkap. Namun, kita hanya dibatasi pada kecepatan cahaya dari ukuran luar angkasa yang sekian milyar tahun.

Misi-misi penjelajahan telah banyak digencarkan oleh para ilmuwan. Stasiun luar angkasa dibuat sebagai laboratorium penelitian material ruang angkasa dan penempatan sensor untuk memantau bumi. Para astronout memiliki berbagai macam tantangan dalam menjalankan misinya ke luar angkasa seperti kesehatan mental dan fisik harus kuat, tidak adanya gravitasi menyulitkan astronout memenuhi kebutuhan pribadi, suhu ekstreem dapat mencapai mencapai 0 K, dengan keadaan tidak biasa harus dapat menyelesaikan misi.


Pengembangan dari penjelajahan dapat kita lihat hasilnya yaitu pada satelit buatan yang memiliki banyak jenis seperti satelit komunikasi, satelit navigasi, satelit meteorologi, satelit militer, dan lain-lain. Satelit-satelit iniliah yang memberi informasi kepada bumi dan keadaan ruang angkasa yang sebenarnya.

Tidak ada yang mustahil ketika manusia mempunyai batasan dalam fisiknya, namun mereka mampu mengatasinya dengan mengembangkan berbagai teknologi untuk dapat bertahan dan berkembang. Para ilmuwan dan saintis harus diapresiasi atas kerja kerasnya membantu kemajuan peradaban yang lebih baik.

Eksplorasi Bumi vs Eksplorasi Luar Angkasa

Eksplorasi menurut KBBI yaitu penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu atau penyelidikan atau penjajakan. Jika memilih salah satu, mana yang kalian pilih eksplorasi bumi atau eksplorasi luar angkasa? Kita dapat melihat perbedaan utama dari keduanya dilihat dari jangkauannya. Eksplorasi bumi lebih mudah dibandingkan eksplorasi luar angkasa, benarkah begitu? Mudah tidaknya tergantung bagian mana yang akan kita jelajahi.

Diantara keduanya, perlu bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni supaya kita dapat mengetahui hakikat penciptaan alam semesta termasuk bumi dan luar angkasa. Untuk mengetahui seperti apa eksplorasi bumi dan lautan, simak penjelasan berikut ini


Eksplorasi Bumi

Eksplorasi bumi bukan sebatas kegiatan mengebor minyak di dalam perut bumi saja, tetapi ruang lingkupnya jauh lebih luas secara keseluruhan dari atmosfer, litosfer, sampai inti bumi. Mengeksplor bumi hingga sampai inti sudah lama menjadi impian para peneliti. Tidak hanya sampai inti bumi saja, bahkan bisa menembus ke bagian bumi lainnya.

Lubang yang paling dalam yang pernah dibuat manusia dalamnya mencapai 12.376 meter. Lubang tersebut merupakan galian untuk sumur minyak yang berada di Rusia. Jika kedalamannya dihitung hingga mencapai inti bumi, lubang ini baru mencapai 1% saja. Pada kedalaman tersebut, suhu mulai naik sekitar 60° C. Selain itu, di Samudra Pasifik terdapat palung terdalam yang dikenal dengan Palung Mariana yang kedalamannya sekitar 11 kilometer dan suhu yang pernah diukur berkisar -1° C sampai 4°C. Pada batas kedalaman abyssopelagic dengan bathypelagic, samudra mulai menjadi gelap permanen, tekanannya bisa mencapai 5827.87 psi dimana tekanan tersebut dapat menghancurkan 48 pesawat tempur.


Dari 70% bagian di bumi yang merupakan wilayah perairan, menurut NOOA hingga saat ini manusia hanya mampu mengeksplor kurang dari 20% laut dalam. Selain itu, resiko sangat besar jika harus menjelajahi lebih dalam lagi tanpa teknologi yang memadai. Karena mustahil bagi manusia untuk menuju titik terdalam bumi tanpa teknologi yang canggih.

Diluar eksplorasi bumi mengenai keanekaragaman hayati dan bentuk-bentuk geografis bumi, masih lebih mudah dijangkau daripada mengulik apa yang ada di dalam bumi. Dengan eksplorasi bumi kita dapat melihat jejak-jejak sejarah manusia dan perbuatannya. Eksplorasi bumi dianggap kurang menguntungkan pada sektor ekonomi karena butuh pembiyaan yang sangat besar, namun hanya sedikit yang kita dapat.


Eksplorasi Luar Angkasa

Eksplorasi ruang angkasa baru dimulai pada abad 20, belum lama setelah Indonesia merdeka. Potensinnya jauh lebih banyak, karena luasnya luar angkasa yang hampir tak terhingga sehingga banyak misteri yang akan kita ungkap. Namun, kita hanya dibatasi pada kecepatan cahaya dari ukuran luar angkasa yang sekian milyar tahun.

Misi-misi penjelajahan telah banyak digencarkan oleh para ilmuwan. Stasiun luar angkasa dibuat sebagai laboratorium penelitian material ruang angkasa dan penempatan sensor untuk memantau bumi. Para astronout memiliki berbagai macam tantangan dalam menjalankan misinya ke luar angkasa seperti kesehatan mental dan fisik harus kuat, tidak adanya gravitasi menyulitkan astronout memenuhi kebutuhan pribadi, suhu ekstreem dapat mencapai mencapai 0 K, dengan keadaan tidak biasa harus dapat menyelesaikan misi.


Pengembangan dari penjelajahan dapat kita lihat hasilnya yaitu pada satelit buatan yang memiliki banyak jenis seperti satelit komunikasi, satelit navigasi, satelit meteorologi, satelit militer, dan lain-lain. Satelit-satelit iniliah yang memberi informasi kepada bumi dan keadaan ruang angkasa yang sebenarnya.

Tidak ada yang mustahil ketika manusia mempunyai batasan dalam fisiknya, namun mereka mampu mengatasinya dengan mengembangkan berbagai teknologi untuk dapat bertahan dan berkembang. Para ilmuwan dan saintis harus diapresiasi atas kerja kerasnya membantu kemajuan peradaban yang lebih baik.

Tidak ada komentar

Komentar dengan link/url akan di hapus!